PURBALINGGA – Dalam rangka memastikan kesiapan seluruh stakeholder untuk menyambut gelombang pemudik pada Idul Fitri 1446 H di Kabupaten Purbalingga, Forkopimda gelar Rapat Koordinasi Lintas Sektoral di Operation Room Graha Adiguna Komplek Pendopo Dipokusumo Purbalingga, Jumat (21/3/2025).

Bupati Purbalingga, Fahmi M Hanif menekankan beberapa poin penting yang menjadi bahasan antara lain masalah lalu lintas, tantangan swasembada pangan, peningkatan kebutuhan pokok masyarakat picu kenaikan harga hingga inflasi, serta bencana alam.

“Beberapa potensi hambatan lalu lintas antara lain antrian kendaraan di traffic light, persimpangan jalur menuju pariwisata, pasar tumpah di pusat perbelanjaan, antrian kendaraan di rest area, hambatan lalu lintas karena operasional angkutan barang, dan kurangnya ruang parkir terutama ruas jalan Jenderal Soedirman,” kata Fahmi.

Sebagai leading sector, Polres Purbalingga telah menyusun strategi untuk mengendalikan situasi pada saat arus mudik hingga arus balik. Kapolres Purbalingga AKBP Ahmad Akbar menyampaikan bahwa program ini biasa disebut operasi ketupat candi yang sifatnya terpusat dan terorganisir dari tingkat Mabes.

“Namun demikian untuk dari tingkat Polda Jawa Tengah setidaknya membuat 3 cluster garis besar yaitu dari aspek Kamseltibcarlantas (Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas), Aspek yang kedua keselamatan, dan aspek yang ketiga adalah hospitality/keramahtamahan,” ucap Akbar.

Polres Purbalingga telah membuat konsep pelaksanaan operasi yang akan dimulai pada tanggal 23 Maret hingga 8 April 2025. Beberapa pos tersebar di lokasi-lokasi yang dianggap strategis dan berpotensi terjadi hambatan dan kerawanan.

“Nanti akan ada 2 pos utama, 6 pos objek wisata serta 21 pos strong poin yang digunakan untuk pengamanan maupun pengelolaan arus lalu lintas,” tambahnya.

Pos utama ada di Alun-Alun Purbalingga dan di Rest Area Karangreja sedangkan pos Objek wisata ada di Owabong, Purbasari Purbayasa, Sanggaluri Park, Tirto Asri Walik, Golaga, dan D’las Serang. Adapun objek wisata lainnya seperti Situ Tirta Marta, Dita Pelangi Kolam Renang Mrebet, Curug Karang Tanalum, MTL Jenderal Soedirman, Mulyani Garden serta FIK2 Kolam renang Kejobong akan mendapat kunjungan berkala.

Adapun kabar gembira yang disampaikan oleh AKBP Ahmad adalah Polres Purbalingga memperbolehkan Takbir keliling pada malam Idul Fitri dengan catatan ada pelaporan kepada Kapolres melalui kecamatan agar dapat dipantau ataupun mendapat dampingan dari pihak Kepolisian.

“Walaupun kita terbiasa dengan instruksi tidak boleh takbir keliling atau konvoi, tapi karena ini sudah menjadi kebahagiaan warga kita seandainya nanti ada, kami akan tetap memberikan kenyamanan dan pengawalan pada pelaksanaanya,” pungkasnya. (an/komin)