PURBALINGGA – Pembangunan videotron yang dikebut untuk mengejar nobar Kualifikasi Piala Dunia 2026 antara Indonesia melawan Australia akhirnya bisa dinikmati bersama dengan antusiasme masyarakat yang luar biasa, Kamis (20/3/2025)

Sejak sore warga Purbalingga berbondong-bondong menuju sisi timur alun-alun Purbalingga. Videotron di depan kantor BKK pun disiapkan untuk mengantisipasi membludaknya penonton yang ingin mendukung skuad garuda.

Walaupun akhirnya Timnas Indonesia tumbang akan tetapi warga Purbalingga tetap memberikan support moril yang luar biasa. Di akhir laga para penonton yang tergabung dalam braling mania menyanyikan anthem Persibangga yang berjudul sekarang dan selamanya sambil membentangkan spanduk yang bertuliskan wake up.

Bupati Purbalingga, Fahmi Muhammad Hanif menanggapi hal tersebut dengan menyatakan untuk tidak berhenti mendukung Tim Garuda untuk ikut Piala Dunia 2026.

“Dengan pemain baru yang datang harapan kita begitu besar, karena di kandang Australi kita bisa menahan imbang, kita jangan berputus asa, karena masih ada 3 pertandingan lagi yaitu melawan Bahrain, China, dan juga Jepang. Saya yakin timnas kita tidak akan patah semangat,” katanya.

Wakil Bupati Purbalingga, Dimas Prasetyahani mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah mendukung terbangunnya videotron di alun-alun Purbalingga, terutama Bank Jateng.

“Sekarang Purbalingga resmi punya spot untuk nonton bareng tidak hanya timnas tapi juga agenda kegiatan yang lain,” tambahnya.

Setelah pembagian seluruh doorprize, Bupati Fahmi juga membuka perayaan Ramadan Light Festival dengan simbolis menyalakan lampu pertama. Ratusan lampu ini merupakan partisipasi dari instansi pemerintah, Pemerintah Desa, dan berbagai Perusahaan yang ada di Purbalingga.

“Pada Ramadan Light Festival ini sudah ada 100 lampu di alun-alun Purbalingga dan sekitarnya, dan sekitar 250 lampu yang akan menghiasi jalan sekitar alun-alun.” Kata Fahmi dalam sambutannya.

Dalam Festival ini Fahmi berharap Purbalingga akan menjadi Kabupaten yang bersinar dan menerangi seluruh masyarakat Purbalingga.

“Mudah-mudahan festival ini dapat mendatangkan pariwisata, membuat orang tertarik datang ke Purbalingga sehingga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat,” imbuhnya. (an/komin)